
Dalam sebuah tweet baru-baru ini, CEO Binance Richard Teng menyebutkan faktor kunci yang mendorong kripto. Kripto tidak hanya digerakkan oleh teknologi dasarnya tetapi oleh faktor yang lebih besar: manusia.
Di masa lalu, diskusi seputar cryptocurrency seringkali condong ke arah teknologi dan harga, dengan percakapan seputar kecepatan, skalabilitas, dan kenaikan harga. Namun menurut Teng, mesin sebenarnya di balik kripto adalah manusia, dan ia menambahkan bahwa pengembang, pedagang, edukator, dan regulator semuanya memainkan peran.
"Kripto didukung oleh manusia. Pembangun, pedagang, edukator, dan regulator semuanya memainkan peran," tulis Teng dalam sebuah tweet.
Crypto is powered by people!
— Richard Teng (@_RichardTeng) March 26, 2026
Builders, traders, educators, and regulators all play a role.
Together, we’re building a financial system that works for everyone.
Dalam tweet-nya, CEO Binance menguraikan berbagai entitas yang membentuk industri kripto jauh lebih besar daripada teknologinya. Teng menyiratkan bahwa industri kripto pada kemajuan saat ini berkembang pesat karena orang-orang di dalamnya.
Dalam pengumuman terbaru, Binance mengumumkan bahwa soft staking Ethereum (ETH) kini didukung di platform tersebut. Setelah penambahan Ethereum (ETH), Binance Soft Staking kini mendukung total 19 token, termasuk ETH, BNB, SOL, ADA, TRX, TON, SUI, NEAR, APT, POL, ALGO, IOTA, AXS, EGLD, THETA, DASH, STRK, S, dan BABY.
Pasar sedang matang, menurut laporan terbaru Binance; DeFi dan infrastruktur tetap menjadi tulang punggung, tetapi AI muncul sebagai pesaing serius.
Firma Wall Street Bernstein mencatat bahwa struktur pasar cryptocurrency telah matang, dengan pergeseran dari spekulasi ritel ke kepemilikan institusional, membuat penurunan menjadi tidak terlalu kacau dan berpotensi memperpanjang siklus saat ini.
Bernstein menunjukkan konsentrasi kepemilikan di antara pemegang jangka panjang dan peran ETF yang meningkat sebagai sumber stabilitas untuk Bitcoin, menantang ketakutan bahwa siklus empat tahunnya mungkin telah mencapai puncaknya pada tahun 2025.
Firma Wall Street tersebut percaya bahwa Bitcoin kemungkinan besar telah mencapai titik terendah dan bisa naik menjadi $150.000 pada akhir tahun 2026, yang dibentuk ulang oleh pergeseran stabil menuju kepemilikan dan pembiayaan institusional.