
Tether, penerbit stablecoin teratas di dunia, mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan segera menepati janji bertahun-tahun untuk mengaudit cadangan stablecoin-nya yang besar—tetapi belum akan mengungkapkan firma mana yang akan benar-benar melakukan pekerjaan itu.
Tether mengaku memiliki sekitar $192 miliar aset dalam cadangan di seluruh dunia untuk mendukung nilai stablecoin yang dipatok dolar, USDT. Sebagian besar cadangan tersebut diklaim disimpan dalam obligasi pemerintah AS (U.S. Treasuries).
Namun, sejak didirikan pada tahun 2014, perusahaan tersebut menahan diri untuk tidak menjalani audit dari firma akuntansi Big Four untuk mengkonfirmasi keakuratan klaim cadangannya. Sebaliknya, mereka mengandalkan atestasi yang ditinjau oleh firma akuntansi Italia yang belum pernah secara langsung memeriksa akun dan kepemilikan Tether.
Hari ini, perusahaan mengumumkan telah menandatangani kesepakatan dengan firma akuntansi Big Four untuk “menyelesaikan audit laporan keuangan independen penuh pertamanya.” Namun Tether tidak menyebutkan firma mana, dan perwakilan Tether menolak berkomentar saat dihubungi oleh Decrypt.
Empat firma akuntansi besar—Deloitte, PriceWaterhouseCoopers, Ernst & Young, dan KPMG—adalah auditor terbesar di dunia, dan secara luas dianggap memberikan standar ketelitian dan transparansi tertentu ketika dilibatkan oleh perusahaan-perusahaan besar.
CEO Tether, Paolo Ardoino, mengatakan kepada Decrypt tahun lalu bahwa ia berencana untuk mengaudit Tether melalui Big Four, namun proses tersebut memakan waktu mengingat ukuran perusahaan.
GENIUS Act, yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Donald Trump musim panas lalu, mensyaratkan semua penerbit stablecoin asing—secara teoritis termasuk Tether, yang berbasis di El Salvador—untuk menjalani audit ketat atas cadangan stablecoin mereka. Ardoino mengatakan tahun lalu ia bermaksud agar USDT mematuhi undang-undang tersebut. Audit Big Four akan sangat membantu dalam mencapai tujuan tersebut.
Musim gugur lalu, Tether meluncurkan anak perusahaan Amerika dengan stablecoin khusus A.S. sendiri, USAT. Token ini diluncurkan pada bulan Januari, dan saat ini memiliki kapitalisasi pasar yang jauh lebih kecil dibandingkan token unggulan Tether: hanya $27 juta, dibandingkan $184 miliar milik USDT.
Cadangan USAT yang jauh lebih kecil berhasil diaudit oleh Deloitte sebulan kemudian.
Catatan editor: Cerita ini diperbarui setelah publikasi untuk mencatat bahwa Tether menolak berkomentar.