
Ripple telah mengajukan dua permohonan merek dagang baru di AS yang mencakup desain Triskelion dan merek katanya. Pengajuan ini menarik perhatian karena mencantumkan beberapa layanan yang terkait dengan keuangan institusional, perdagangan, sistem perbendaharaan, dan manajemen aset.
Menurut laporan yang dibagikan di X, permohonan tersebut menunjukkan bahwa Ripple berupaya memperluas perannya di luar pembayaran blockchain. Pengajuan tersebut mencakup area-area seperti operasi perbendaharaan, manajemen aset digital, manajemen kas, manajemen risiko, layanan penasihat investasi, dan rekonsiliasi bank.
Permohonan merek dagang tersebut juga mencakup layanan yang terkait dengan manajemen hedge fund, pinjaman sekuritas, prime brokerage, operasi lembaga kliring keuangan, dan pialang di seluruh ekuitas, derivatif, pendapatan tetap, valuta asing, dan komoditas.
Pengajuan merek dagang tidak selalu mengonfirmasi produk di masa depan. Namun, seringkali pengajuan tersebut menunjukkan di mana sebuah perusahaan mungkin mencari perlindungan merek. Dalam kasus Ripple, layanan yang tercantum menunjukkan minat yang lebih luas pada infrastruktur keuangan institusional.
Ripple telah bergerak lebih dalam ke keuangan tradisional. Pada November 2025, perusahaan ini mengamankan $500 juta dari perusahaan-perusahaan besar Wall Street. Pendanaan tersebut dilaporkan meningkatkan valuasinya menjadi sekitar $40 miliar.
Kesepakatan tersebut mencakup perlindungan investor, termasuk hak keluar (exit rights). Ketentuan ini memungkinkan investor untuk menjual kembali saham ke Ripple dengan pengembalian tetap setelah tiga atau empat tahun. Ketentuan tersebut dapat memengaruhi bagaimana perusahaan keuangan menilai kebutuhan likuiditas dan profil risiko Ripple.
Pengajuan merek dagang terbaru tampaknya sesuai dengan strategi institusional Ripple yang lebih luas. Perusahaan ini terus membangun layanan yang menghubungkan pasar aset digital dengan sistem keuangan tradisional. Aktivitas Ripple juga muncul seiring meningkatnya minat perusahaan keuangan terhadap layanan aset digital yang diatur. Pengajuan perusahaan menunjukkan bahwa mereka mungkin mencari cakupan merek yang lebih luas di seluruh perangkat lunak, pialang, kliring, dan alat manajemen aset.
Seperti yang sebelumnya dilaporkan oleh crypto.news, Ripple Prime baru-baru ini berintegrasi dengan EDX Markets dan EDXM International. Langkah ini memberi klien institusional akses ke likuiditas spot EDX dan perpetual futures EDXM International di bawah satu kerangka kerja prime brokerage.
Ripple menyatakan bahwa struktur tersebut mendukung intermediasi kredit, penyelesaian bersih (net settlement), dan manajemen agunan di seluruh pasar aset digital. Michael Higgins, CEO Internasional Ripple Prime, menggambarkan langkah ini sebagai peningkatan struktur pasar untuk institusi.