
Beberapa pemegang saham Satsuma Technology Plc, termasuk Pantera Capital, telah meminta perusahaan yang terdaftar di London tersebut untuk menjual kepemilikan Bitcoin-nya dan mendistribusikan hasilnya kepada investor.
Bloomberg melaporkan permintaan tersebut pada 23 April, memberikan perhatian baru pada model perbendaharaan aset digital perusahaan.
Pantera memiliki sekitar 7% saham di Satsuma. Permintaan tersebut berpusat pada posisi Bitcoin perusahaan yang tersisa, yang berjumlah sekitar 646 BTC. Dengan harga pasar saat ini, kepemilikan tersebut bernilai mendekati $50 juta.
Satsuma mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima permintaan dari beberapa pemegang saham untuk pengembalian modal. Ketua Eksekutif Ranald McGregor-Smith mengatakan perusahaan sedang meninjau kemungkinan tanggapan sambil berusaha melindungi semua pemegang saham.
Dia mengatakan perusahaan sedang mencari cara untuk mengatasi permintaan tersebut tanpa mengambil tindakan yang dapat merugikan kepentingan pemegang saham yang lebih luas. Pernyataannya menunjukkan bahwa perusahaan belum membuat keputusan akhir apakah akan menjual Bitcoin atau mempertahankan strategi perbendaharaan.
Terlebih lagi, Satsuma mengadopsi pendekatan perbendaharaan Bitcoin-nya setelah mengumpulkan $220 juta pada Agustus tahun lalu. Strategi tersebut menempatkan perusahaan di antara kelompok perusahaan terdaftar yang semakin berkembang yang menggunakan Bitcoin sebagai aset cadangan.
Langkah tersebut telah menghadapi tekanan sejak saat itu. Bitcoin telah jatuh hampir 40% dari rekor tertinggi, sementara saham Satsuma telah anjlok lebih dari 99% dari puncaknya pada Juni tahun lalu. Penjualan besar-besaran ini telah mendorong nilai pasar perusahaan di bawah nilai Bitcoin yang dipegangnya.
Satsuma saat ini menduduki peringkat ke-57 di antara perusahaan perbendaharaan Bitcoin berdasarkan kepemilikan. Posisi 646 BTC-nya tetap kecil jika dibandingkan dengan perusahaan publik yang lebih besar yang memegang Bitcoin di neraca mereka.
Strategy tetap menjadi pemegang Bitcoin korporat terbesar, dengan 815.061 BTC. Kesenjangan tersebut menunjukkan betapa terbatasnya posisi Satsuma dalam pasar perbendaharaan yang lebih luas.
Meskipun demikian, perdebatan seputar kepemilikannya menjadi lebih terlihat saat pemegang saham mempertanyakan apakah mempertahankan Bitcoin lebih baik bagi perusahaan daripada mengembalikan uang tunai kepada investor.