new-canada-bill-seeks-full-ban-on-crypto-campaign-donations
RUU baru Kanada mengusulkan larangan penuh donasi kampanye kripto
Kanada memperkenalkan rancangan undang-undang untuk melarang donasi kripto kepada partai dan pihak ketiga dalam pemilihan. Usulan tersebut juga melarang kartu prabayar dan wesel karena kekhawatiran tentang pelacakan dan anonimitas secara nasional. Rancangan undang-undang ini menambahkan denda, aturan deepfake, dan kontrol yang lebih ketat yang bertujuan melindungi sistem pendanaan pemilihan.
2026-03-29 Sumber:crypto.news

Kanada telah bergerak untuk membatasi bagaimana kelompok politik menerima dana kampanye, dengan RUU baru yang menargetkan donasi mata uang kripto. 

Ringkasan
  • Kanada memperkenalkan RUU untuk melarang donasi kripto kepada partai dan pihak ketiga dalam pemilu.
  • Proposal tersebut juga melarang kartu prabayar dan wesel pos karena kekhawatiran pelacakan dan anonimitas di seluruh negeri.
  • RUU ini menambahkan denda, aturan deepfake, dan kontrol yang lebih ketat yang bertujuan melindungi sistem pembiayaan pemilu.

Proposal ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengurangi risiko campur tangan asing dan memperketat aturan seputar pembiayaan pemilu sebelum pemilihan federal berikutnya.

Pemerintah federal Kanada telah mengusulkan larangan penuh donasi mata uang kripto kepada partai politik dan pihak ketiga yang terlibat dalam pemilu. Langkah ini tercantum dalam Strong and Free Elections Act, yang telah dibacakan pertama kali di House of Commons pada hari Kamis.

RUU tersebut juga akan melarang donasi yang dilakukan melalui wesel pos dan kartu prabayar. Pemerintah mengatakan metode pembayaran ini dapat membuat kontribusi lebih sulit dilacak dan dapat menciptakan celah untuk pendanaan anonim selama periode pemilu.

Pemerintah mengaitkan proposal dengan kekhawatiran campur tangan asing

Steven MacKinnon, pemimpin Dewan pemerintah dan sponsor RUU tersebut, mengatakan perubahan yang diusulkan bertujuan untuk melindungi integritas pemilu. Dalam sebuah pernyataan di X, dia berkata, “Dengan diperkenalkannya Strong and Free Elections Act, investasi baru untuk melawan ancaman asing dan koordinasi pemerintah yang lebih kuat, kami bertindak untuk memastikan pemilu kami tetap bebas, adil, dan aman setiap saat.”

Amandemen yang diusulkan akan memperbarui Canada Elections Act dan mengharuskan entitas politik untuk menolak bentuk pembayaran yang dilarang. Pemerintah telah membingkai RUU ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menutup celah yang dapat digunakan oleh aktor asing untuk memengaruhi aktivitas politik.

Terlebih lagi, ini bukan upaya pertama Kanada untuk menghentikan donasi kripto dalam politik. Proposal serupa muncul pada tahun 2024 di bawah Menteri Keamanan Publik saat itu, Dominic LeBlanc, tetapi gagal melewati pembacaan kedua dan kemudian kedaluwarsa.

Donasi politik kripto tetap legal di Kanada sejak 2019. Elections Canada telah memperlakukannya sebagai donasi properti, tetapi kekhawatiran tentang pelacakan kontributor terus berlanjut. Pada tahun 2024, Kepala Petugas Pemilu Stéphane Perrault merekomendasikan larangan penuh, menulis bahwa kripto “menimbulkan tantangan dalam mengidentifikasi kontributor.”

RUU juga menetapkan sanksi dan aturan pemilu yang lebih luas

Jika Parlemen mengesahkan RUU tersebut, kelompok politik harus mengembalikan, menghancurkan, atau mentransfer kontribusi terlarang kepada kepala petugas pemilu. Sanksi yang diusulkan mencakup denda hingga dua kali lipat jumlah yang disumbangkan, ditambah $25.000 untuk individu dan $100.000 untuk korporasi.

RUU tersebut juga memperluas aturan tentang deepfake yang meniru kandidat pemilu untuk menyesatkan pemilih. Langkah Kanada ini datang pada hari yang sama ketika Inggris mengumumkan rencana moratorium donasi politik kripto, menunjukkan bahwa kekhawatiran atas risiko pemilu digital kini meluas melampaui satu negara.