
Analis crypto Maartunn memprediksi potensi "short squeeze" untuk XRP berdasarkan sinyal peringatan spesifik yang muncul di pasar derivatif.
Panel tengah grafik melacak Aggregated Open Interest (OI). Open interest merepresentasikan jumlah total kontrak futures atau opsi yang aktif, terbuka, dan belum diselesaikan.
Garis OI naik tajam, mencapai lebih dari 943 juta. Ini menunjukkan bahwa sejumlah besar modal baru masuk ke pasar derivatif XRP dan para trader sedang membuka posisi baru.
Banyak shorting pada XRP?
— Maartunn (@JA_Maartun) April 5, 2026
Open Interest: naik
Funding Rates: negatif
Saya bertaruh akan terjadi short squeeze. 🤫 pic.twitter.com/HXTQ38LLTr
Panel bawah menampilkan tingkat pendanaan agregat. Dalam perpetual futures kripto, tingkat pendanaan adalah pembayaran berkala yang dilakukan antara trader untuk menjaga harga kontrak tetap selaras dengan harga spot aktual aset tersebut.
Ketika tingkat pendanaan positif, trader yang bertaruh harga akan naik (long) membayar trader yang bertaruh harga akan turun (short). Ini berarti pasar secara umum bersifat bullish.
Ketika tingkat pendanaan negatif, para short harus membayar para long. Ini terjadi ketika pasar sangat condong bearish, dan ada permintaan besar untuk melakukan short pada aset tersebut.
Panel bawah dipenuhi dengan batang merah yang turun di bawah garis nol (saat ini di -0.0010). Tingkat pendanaan negatif yang persisten ini membuktikan bahwa sebagian besar trader secara agresif melakukan short pada XRP.
Karena Open Interest naik sementara Funding Rates negatif, ini berarti masuknya modal baru dalam jumlah besar ke pasar utamanya adalah untuk membuka posisi short. Pasar sangat ramai dengan trader yang bertaruh bahwa harga XRP akan jatuh.
Pengaturan bearish yang sangat ramai ini akan menjadi sempurna untuk "short squeeze". Short squeeze adalah lonjakan harga berjenjang yang terjadi ketika suatu aset di-short secara besar-besaran. Jika harga XRP tiba-tiba naik, para short seller tersebut mulai mengalami kerugian.
Untuk keluar dari posisi short yang merugi (atau jika posisi leverage mereka dilikuidasi secara paksa oleh bursa), trader harus membeli kembali aset tersebut.
Harga yang lebih tinggi kemudian melikuidasi tingkat short seller berikutnya, memaksa mereka untuk membeli, menciptakan efek domino yang membuat harga melambung tinggi.