
Saat komunitas kripto kini telah menghabiskan minggu kedua membahas kemajuan Google Quantum AI, seorang validator XRPL yang sebenarnya, dikenal dengan julukan Vet, menerbitkan audit mendetail tentang kerentanan jaringan tersebut. Kesimpulannya singkat: arsitektur XRP Ledger menjadikannya, saat ini, salah satu ekosistem blockchain paling aman.
Bagi yang belum familiar, ancaman utama dari serangan kuantum menargetkan kunci publik (public keys), yang menjadi terlihat di jaringan setelah transaksi pertama. Di Bitcoin, sebagian besar pasokan, termasuk koin Satoshi, disimpan di dompet lama dengan kunci yang sudah terekspos. Koin-koin ini tidak dapat dilindungi dari komputer kuantum tanpa tindakan dari pemiliknya.
Di XRPL, situasinya berbeda. Sekitar 2,4 miliar XRP didistribusikan di 300.000 akun yang belum pernah melakukan transaksi. Kunci publik (public keys) mereka tidak diketahui, artinya mereka secara fisik kebal terhadap serangan brute-force kuantum.
Penelitian Vet menunjukkan bahwa bagian dari dompet besar yang tidak aktif dengan kunci yang berpotensi disusupi karena aktivitas jangka panjang hanya berjumlah dua akun yang memegang lebih dari 21 juta XRP, tidak aktif selama lebih dari lima tahun dengan kunci publik yang terekspos. Pada skala seluruh jaringan, ini hanya mewakili 0,03% dari total pasokan.
Pengecekan kerentanan kuantum akun XRP cepat.
— Vet (@Vet_X0) April 7, 2026
~300.000 akun di XRP memegang 2,4B XRP tidak pernah bertransaksi, sehingga kunci publik tidak diketahui dan aman dari kuantum.
sementara hanya 2 akun dengan kepemilikan lebih besar yaitu 21 juta XRP yang tidak aktif (tidak aktif lebih dari 5 tahun) dan kunci publik mereka terekspos.
Tidak aktif…
Selain itu, XRP memiliki keunggulan dalam model berbasis akunnya dengan dukungan rotasi kunci (key rotation). Tidak seperti banyak blockchain, di mana mengubah algoritma tanda tangan (signature algorithm) memerlukan transfer dana ke alamat baru, pengguna XRP dapat dengan mudah mengganti kunci penanda tangan (signing key) sambil tetap menggunakan akun yang sama.
Hal ini memungkinkan jaringan untuk bermigrasi dengan lancar ke standar pasca-kuantum, seperti algoritma berbasis kisi (lattice-based algorithms) seperti Dilithium, yang sudah diuji dalam versi alfa.
Sampai hari ini, belum ada komputer kuantum operasional yang mampu memecahkan kriptografi modern. Namun demikian, industri kripto sedang mengerjakan protokol pelindung dan, menurut Vet, tumpukan teknologi (technology stack) XRP Ledger lebih unggul karena sudah siap untuk peningkatan algoritma tanda tangan (signature algorithm upgrades) tanpa memerlukan fork atau tindakan rumit dari pengguna.