
Dalam 24 jam terakhir, 9 juta stablecoin Ripple USD (RLUSD) dicetak (minted) di XRP Ledger. Ini dilakukan dalam dua transaksi, masing-masing 4 juta dan 5 juta RLUSD.
Ini terjadi di tengah peningkatan aktivitas RLUSD (baik pencetakan maupun pembakaran) di bulan Maret. Sementara 9.000.000 RLUSD dicetak di XRP Ledger, 10.000.002 RLUSD dibakar (burned) di blockchain Ethereum, yang mungkin mengindikasikan penyeimbangan ulang pasokan.
Bulan Maret telah menyaksikan aktivitas signifikan untuk RLUSD karena Ripple terus membangun lapisan kredibilitas regulasi dan institusional yang mengubah RLUSD menjadi aset penyelesaian untuk kasus penggunaan perusahaan (enterprise use cases).
Terbaru, pada 26 Maret, 10.003.333 RLUSD dan 5.000.000 RLUSD dicetak di treasury Ripple USD di XRP Ledger. Pencetakan ini disertai dengan pembakaran token RLUSD di blockchain Ethereum.
Enam transaksi pembakaran RLUSD dilaporkan oleh pelacak stablecoin Ripple: 1.900.000 RLUSD dibakar di treasury RLUSD di XRP Ledger, sementara sisa pembakaran dilakukan di blockchain Ethereum.
💵💵💵💵💵💵 4,000,000 #RLUSD minted at RLUSD Treasury.https://t.co/uC8i1erW33
— Ripple Stablecoin Tracker (@RL_Tracker) March 27, 2026
Transaksi-transaksi tersebut adalah sebagai berikut: 4.900.000 RLUSD, 5.000.000 RLUSD, 2.900.000 RLUSD, 25.822.566 RLUSD, dan 200.000 RLUSD dibakar di treasury Ripple USD.
Stablecoin Ripple USD memiliki total pasokan 1,41 miliar RLUSD; sebagian besar pasokan ini berada di jaringan Ethereum.
Dalam pengumuman terbaru, Ripple sedang menguji coba penggunaan stablecoin RLUSD di MAS BLOOM sandbox Singapura untuk mengotomatisasi dan mempercepat pembayaran perdagangan lintas batas.
Bekerja sama dengan Unloq, sebuah perusahaan pembiayaan rantai pasok (supply chain finance), Ripple berupaya mengganti proses pembiayaan perdagangan manual dengan penyelesaian berbasis kondisi yang cerdas (smart, condition-based settlement) di XRP Ledger.
Pada awal 2026, Ripple mensurvei lebih dari seribu pemimpin keuangan di seluruh dunia, meliputi bank, manajer aset, perusahaan fintech, dan korporasi. Survei tersebut mengungkapkan preferensi yang kuat terhadap stablecoin di antara para pemimpin ini.
Sebanyak 74% responden menyatakan bahwa stablecoin dapat membantu meningkatkan efisiensi arus kas (cash-flow efficiency) dan membuka modal kerja yang terperangkap (trapped working capital).