BerandaPusat Berita LBank
Anggota Parlemen AS usulkan gugus tugas kejahatan kripto federal baru
us-lawmakers-propose-new-federal-crypto-crime-task-force
Anggota Parlemen AS usulkan gugus tugas kejahatan kripto federal baru
Anggota parlemen lintas-partai memperkenalkan rancangan undang-undang yang membentuk satuan tugas kejahatan kripto federal. Unit yang diusulkan akan mencakup Departemen Kehakiman (DOJ), FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), dan Departemen Keuangan. Undang-undang tersebut bertujuan untuk meningkatkan penyelidikan, pelaporan korban, dan koordinasi penegakan hukum.
2026-06-12 Sumber:crypto.news

Anggota parlemen AS telah memperkenalkan undang-undang untuk membentuk gugus tugas federal yang berfokus pada investigasi pencurian, penipuan, dan peretasan mata uang kripto.

Ringkasan
  • Anggota parlemen dari kedua partai memperkenalkan RUU yang membentuk gugus tugas federal kejahatan kripto.
  • Unit yang diusulkan akan mencakup DOJ, FBI, DHS, dan Departemen Keuangan.
  • Undang-undang ini bertujuan untuk meningkatkan investigasi, pelaporan korban, dan koordinasi penegakan hukum.

Proposal ini muncul setelah satu tahun di mana warga Amerika melaporkan kerugian terkait kripto lebih dari $11 miliar. Jika disetujui, langkah ini akan menetapkan kerangka pelaporan dan penegakan hukum yang terkoordinasi di berbagai lembaga federal.

Kerugian Akibat Penipuan Kripto Mendorong Seruan untuk Penegakan Hukum yang Terkoordinasi

Anggota parlemen dari kedua partai memperkenalkan Undang-Undang Penegakan dan Koordinasi Pencurian Mata Uang Kripto Federal di Kongres. Proposal ini akan membentuk gugus tugas yang dipimpin oleh jaksa agung. Para pejabat dari Departemen Kehakiman (DOJ), FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), dan Departemen Keuangan akan berpartisipasi.

RUU ini muncul setelah peningkatan tajam dalam keluhan terkait kripto di seluruh Amerika Serikat. Menurut Laporan Kejahatan Internet FBI tahun 2025, warga Amerika mengajukan 181.565 keluhan mata uang kripto. Laporan-laporan tersebut menghasilkan kerugian tercatat lebih dari $11,3 miliar. Penipuan investasi menghasilkan bagian terbesar dari kerugian tersebut. Data FBI menunjukkan bahwa penipuan investasi menyumbang sekitar $7,2 miliar. Volume keluhan juga meningkat 21% dibandingkan tahun sebelumnya.

Warga Amerika yang lebih tua melaporkan kerugian tertinggi di antara semua kelompok usia. Orang berusia di atas 60 tahun mengajukan 44.555 keluhan selama tahun 2025. FBI mengatakan para korban tersebut kehilangan sekitar $4,43 miliar melalui skema terkait kripto. Sementara itu, perusahaan analitik blockchain TRM Labs melaporkan peningkatan aktivitas kriminal yang melibatkan aset digital. Menurut perusahaan, dompet yang terkait dengan aktivitas ilegal menerima $158 miliar dalam mata uang kripto selama tahun 2025. Angka tersebut adalah $64,5 miliar pada tahun 2024.

RUU Mencari Saluran Pelaporan Tunggal untuk Korban

Perwakilan Lance Gooden dan Perwakilan Josh Gottheimer memperkenalkan undang-undang tersebut. Para anggota parlemen mengatakan korban saat ini tidak memiliki tempat sentral untuk melaporkan kejahatan terkait kripto. Proposal ini bertujuan untuk membentuk struktur respons yang lebih terkoordinasi. 

Gooden mengatakan warga Amerika membutuhkan strategi terpadu melawan para pelaku kejahatan mata uang kripto. Dia berpendapat bahwa penegakan hukum yang terfragmentasi membuat korban tidak memiliki pilihan dukungan yang jelas. RUU ini berupaya meningkatkan komunikasi antara lembaga-lembaga yang menangani investigasi kripto.

Di bawah proposal ini, gugus tugas akan mengoordinasikan investigasi antar lembaga yang berpartisipasi. Gugus tugas ini juga akan mengembangkan panduan standar untuk departemen penegakan hukum setempat. Para pejabat akan membuat prosedur untuk menangani kasus pencurian dan penipuan mata uang kripto. Undang-undang ini juga berfokus pada bantuan korban. Para anggota parlemen mengatakan kerangka kerja ini akan menyediakan proses pelaporan yang lebih jelas. Layanan dukungan akan beroperasi melalui struktur federal terpusat.

Proposal Mengikuti Perubahan dalam Penegakan Kripto Federal

RUU ini muncul setelah Departemen Kehakiman membubarkan Tim Penegakan Mata Uang Kripto Nasional pada tahun 2025. Para pejabat mengatakan unit sebelumnya sangat bergantung pada tindakan penegakan hukum terhadap peserta industri. Proposal saat ini malah berfokus pada investigasi kriminal dan dukungan korban. Lembaga federal sudah mengoperasikan beberapa program yang menargetkan kejahatan aset digital. 

Operasi Level Up FBI mengidentifikasi korban penipuan sebelum kerugian meningkat. Menurut biro tersebut, inisiatif ini menyelamatkan lebih dari $225,8 juta selama tahun 2025. Lembaga lain juga melanjutkan upaya penegakan kripto. Satuan Tugas Pusat Penipuan Departemen Keuangan telah menargetkan jaringan penipuan di luar negeri. Pihak berwenang mengatakan program tersebut menyita lebih dari $700 juta yang terkait dengan operasi penipuan.

Kelompok industri telah menyatakan dukungan untuk proposal tersebut. Digital Chamber mengatakan lembaga penegak hukum membutuhkan perangkat dan pelatihan yang lebih kuat. CEO Satoshi Action Fund Dennis Porter mengatakan undang-undang ini akan memberikan respons federal yang terkoordinasi untuk korban dan penyidik. Langkah ini masih harus melewati komite kongres sebelum menjadi undang-undang. Anggota parlemen juga dapat melampirkan proposal ini ke paket legislatif yang lebih luas selama sesi saat ini.