BerandaPusat Berita LBank
KT Korea Selatan memasuki perlombaan stablecoin won dengan inisiatif Token Factory
south-koreas-kt-enters-won-stablecoin-race-with-token-factory-initiative
KT Korea Selatan memasuki perlombaan stablecoin won dengan inisiatif Token Factory
Telkom terbesar Korea Selatan, KT, telah mengalokasikan 18 triliun won selama tiga tahun, termasuk rencana untuk Token Factory dan platform stablecoin won. Perusahaan berencana untuk mendukung penerbitan token, penagihan, dan penyelesaian pembayaran sambil menggunakan K Bank, BC Card, dan infrastruktur jaringannya sendiri untuk layanan stablecoin. Pengumuman KT ini datang saat sektor keuangan Korea Selatan terus memperluas proyek pembayaran blockchain menjelang regulasi stablecoin yang baru.
2026-07-06 Sumber:crypto.news

Perusahaan telekomunikasi terbesar Korea Selatan, KT, telah mengumumkan rencana untuk menginvestasikan 18 triliun won ($13,2 miliar) selama tiga tahun ke depan, termasuk 6 triliun won untuk infrastruktur AI dan 12 triliun won untuk jaringan, TI, dan keamanan siber, sekaligus memperluas layanannya ke tokenisasi dan infrastruktur stablecoin berbasis won.

Ringkasan
  • Perusahaan telekomunikasi terbesar Korea Selatan, KT, telah menganggarkan 18 triliun won selama tiga tahun, termasuk rencana untuk Pabrik Token dan platform stablecoin won.
  • Perusahaan berencana untuk mendukung penerbitan token, penagihan, dan penyelesaian sambil menggunakan K Bank, BC Card, dan infrastruktur jaringannya sendiri untuk layanan stablecoin.
  • Pengumuman KT datang seiring sektor keuangan Korea Selatan terus memperluas proyek pembayaran blockchain menjelang peraturan stablecoin yang baru.

Publikasi teknologi Korea Selatan Digital Daily melaporkan bahwa rencana investasi tersebut diumumkan oleh Chief Executive KT, Park Yoon-young, dalam konferensi pers pertamanya sejak menjabat. Perusahaan mengatakan akan menggabungkan peningkatan pada bisnis telekomunikasi intinya dengan inisiatif keuangan digital dan blockchain baru sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjangnya.

Pabrik Token dan rencana stablecoin

Bagian penting dari program ini akan berfokus pada infrastruktur aset digital. KT mengatakan berencana untuk membangun "Pabrik Token" yang mampu mendukung pembuatan, perantara, dan penagihan token dengan menggabungkan jaringan pusat data kecerdasan buatan 1GW yang direncanakan dengan mesin optimisasi token dan teknologi penagihan yang ada.

Selain platform token, KT juga berencana untuk memasuki pasar keuangan digital berbasis stablecoin. Perusahaan mengatakan bermaksud untuk menggabungkan basis pelanggan K Bank, yang memiliki sekitar 16 juta pengguna, jaringan 3,5 juta pedagang BC Card, serta infrastruktur komunikasi dan keamanan KT untuk mendukung seluruh siklus hidup stablecoin, termasuk penerbitan, kustodi, penyelesaian, dan pembayaran dunia nyata.

Di bagian lain dari program investasi ini, KT mengatakan akan mengalokasikan sekitar 5 triliun won untuk membangun kapasitas pusat data AI tambahan berdasarkan permintaan pelanggan, memperluas total kapasitasnya menjadi 1GW. 1 triliun won lainnya akan diinvestasikan pada kabel bawah laut untuk meningkatkan kapasitas jaringan internasional lebih dari 90Tbps sambil menghubungkan pusat data AI utama dengan fasilitas komputasi tepi untuk mendukung layanan AI latensi rendah.

Perusahaan juga menganggarkan sekitar 12 triliun won untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasinya selama tiga tahun ke depan. 

Menurut Digital Daily, sekitar 4 triliun won akan dihabiskan untuk keamanan siber dan sistem TI, dua kali lipat dari periode tiga tahun sebelumnya. KT mengatakan akan mengadopsi model keamanan tanpa kepercayaan (zero-trust), memisahkan peran chief information security officer dan chief privacy officer, merekrut spesialis eksternal, dan menggandakan ukuran tenaga kerja keamanan sibernya. Sisa 8 triliun won akan mendanai teknologi jaringan termasuk 6G, komunikasi satelit, dan interkoneksi pusat data.

Kemitraan juga akan diperluas melampaui kolaborasi KT yang sudah ada dengan Microsoft. Perusahaan mengatakan berencana untuk bekerja sama dengan perusahaan AI global termasuk Google dan Palantir, sambil memperluas kerja sama dengan perusahaan Korea Selatan seperti Upstage, Rebellions, dan Saltlux.

Pengumuman stablecoin KT muncul saat sektor keuangan dan teknologi Korea Selatan terus mempercepat proyek pembayaran blockchain. 

Awal pekan ini, konsorsium K-STAR dan BNK Busan Bank menyelesaikan bukti konsep untuk mata uang digital lokal berbasis blockchain yang memproses pembayaran dan penyelesaian dalam waktu kurang dari satu detik dengan tingkat keberhasilan transaksi 100% yang dilaporkan. Konsorsium menyatakan bahwa infrastruktur yang sama nantinya dapat mendukung subsidi pemerintah, layanan mata uang digital bank sentral, dan stablecoin yang didukung won Korea Selatan.

Perkembangan terbaru ini menyusul janji Presiden Lee Jae-myung pada bulan Juni untuk mengizinkan perusahaan menerbitkan stablecoin yang didukung won, mendorong bank dan perusahaan teknologi untuk memperluas inisiatif pembayaran blockchain seiring negara mempersiapkan undang-undang aset digital baru.