
Bitcoin, mata uang kripto terkemuka berdasarkan kapitalisasi pasar, kini telah mencatat satu bulan hijau, mematahkan rentetan panjang 'red candles' pada grafik bulanan.
Para 'bulls' berhasil mencatat kenaikan yang sangat sederhana sebesar 1,84% selama bulan Maret, yang ternyata merupakan bulan yang cukup volatil.
Mata uang kripto terkemuka tersebut tampaknya berada di ambang mengakhiri tren penurunan parahnya pada pertengahan Maret. Pada 15 Maret, ia mencapai level tertinggi multi-minggu di $76.013, dan para 'bulls' mulai mengincar level $80.000 yang sangat didambakan. Namun, momentum tersebut akhirnya memudar dengan relatif cepat, dan mata uang kripto tersebut akhirnya jatuh di bawah $65.000 pada akhir Maret.
Para 'bears' mendapatkan kendali kuat atas momentum ketika "Uptober" ternyata menjadi kegagalan besar. Bitcoin memang mencapai level tertinggi sepanjang masa saat ini yaitu $126.080 selama bulan itu, namun kemudian mulai anjlok dengan keras.
Aksi jual dipercepat pada bulan November. Para 'bulls' mulai menyerah, dengan harga BTC menembus level support psikologis utama.
Tahun itu berakhir dengan catatan suram dengan 'red candle' lainnya, dan tahun baru tidak membawa kelegaan.
Februari adalah bulan yang benar-benar brutal dengan 'red candle' besar dengan sumbu bawah yang panjang. Harga menyerah hingga menguji support $60.000, yang sejauh ini tetap menjadi dasar koreksi saat ini.
Setelah lima bulan berturut-turut ditutup merah yang melelahkan, Maret akhirnya mencetak badan hijau kecil yang menyerupai 'doji' atau 'spinning top'. Namun, masih harus dilihat apakah bola akhirnya berada di pihak 'bulls', mengingat mata uang kripto unggulan ini masih berada di posisi yang cukup goyah.